Suara peluit panjang kereta terdengar memecah keheningan pagi. Gerbong yang mereka tumpangi perlahan melambat sebelum akhirnya berhenti sempurna di stasiun persinggahan pertama.Siera yang sejak tadi duduk di dekat jendela mengangkat pandangannya. Dari balik kaca, ia melihat peron yang dipenuhi orang-orang yang naik dan turun dari kereta. Tidak sebanyak di ibu kota, tetapi cukup ramai untuk menunjukkan bahwa kota kecil ini hidup dengan caranya sendiri.Mia yang duduk di seberangnya ikut melirik ke luar sebelum menoleh kepada Siera."Nona, apakah Anda ingin melakukan sesuatu sambil menunggu kereta berangkat lagi?"Siera tidak langsung menjawab. Tatapannya masih tertuju ke luar jendela, memperhatikan para pedagang yang membawa keranjang berisi roti hangat, para pekerja yang berjalan terburu-buru, dan beberapa anak kecil yang berlarian di dekat bangunan stasiun.Setelah beberapa saat, ia akhirnya menoleh kepada Mia."Ini sudah cukup jauh dari ibu kota." Nada suaranya terdengar pelan. "Se
Read More