Rombongan yang dipimpin Felix terus melaju menyusuri jalan utama tanpa mengurangi kecepatan. Derap puluhan kaki kuda menggema di sepanjang jalur yang mulai sepi, sementara angin sore berembus membawa debu tipis dari tanah yang mereka lintasi.Tatapan Felix tidak pernah lepas dari jalan di depan. Ia terbiasa memperhatikan setiap jejak sekecil apa pun selama perjalanan. Karena itulah, ketika sesuatu yang berkilau samar di tepi jalan menarik perhatiannya, ia segera menarik tali kekang kudanya."Berhenti."Perintah itu diucapkan tenang, tetapi cukup membuat seluruh pasukan di belakangnya menghentikan laju kuda mereka.Felix turun tanpa menunggu siapa pun. Langkahnya berhenti di pinggir jalan, tepat di depan sebuah benda kecil yang sebagian tertutup debu. Ia membungkuk, mengambilnya, lalu membersihkan permukaannya dengan ibu jari.Begitu lambang yang terukir di atas logam itu terlihat jelas, raut wajahnya seketika berubah."Itu..."Ia menatap benda itu beberapa saat. Lambang istana kekaisa
Read more