Ketika istana mulai sepi, Siera dan Yelian masih berdiri di depan pintu utama. Para bangsawan sudah pergi, sementara para pelayan dan prajurit masih membereskan kekacauan malam itu. Beberapa kereta juga telah meninggalkan halaman, tetapi mereka masih menunggu Dregory keluar setelah urusannya dengan Dior selesai.Siera beberapa kali melirik pintu yang masih tertutup, lalu menoleh kepada kakaknya."Kak, apakah Ayah akan lama?"Yelian yang bersandar ringan pada salah satu tiang di dekat pintu menatapnya. Ia mengangkat bahu pelan."Aku tidak tahu. Kalau kau ingin kembali, ayo kita pulang lebih dulu."Siera terdiam, tapi matanya kembali menatap pintu istana.Yelian memperhatikannya. Ia tahu Siera masih berdiri di sana bukan hanya untuk menunggu Dregory. Sejak keluar dari ruang sidang, perhatian Siera terus tertuju ke istana, seolah ia masih menunggu seseorang.Yelian akhirnya mendekatinya."Dior menjadi Kaisar."Siera perlahan menoleh kepadanya.Yelian melanjutkan dengan nada tenang, "Aku
Read more