Clarisse tidak menjawab. Ia hanya menatap Erick beberapa detik sebelum mengangguk."Baik, Yang Mulia."Clarisse kemudian meninggalkan ruangan. Setelah pintu tertutup, Erick tetap berdiri di depan jendela dengan pikiran yang terus tertuju pada Siera.Wanita itu benar-benar berubah, dan Erick tidak percaya perubahan itu terjadi tanpa alasan. Jika peramal tersebut berbohong, ia akan mencari tahu sendiri. Namun jika ramalan itu benar, Erick ingin mengetahui apa yang terjadi pada Siera dan mengapa wanita yang dulu mencintainya kini memilih Dior.Tangannya mengepal, Erick merasa Siera telah direbut darinya. Dan ia tidak berniat membiarkannya begitu saja....Sementara itu, Siera sedang makan bersama Dior di salah satu ruang makan pribadi istana. Suasananya jauh lebih tenang dibandingkan keadaan di luar, hanya terdengar suara peralatan makan yang sesekali beradu dengan piring. Namun sejak tadi, Siera tidak benar-benar memperhatikan makanan di hadapannya. Pikirannya terus kembali kepada perca
Read more