Siera menahan napas. Ia tidak ingin mendengar perkataan Erick, bukan karena semuanya salah, tetapi karena sebagian memang benar. Di kehidupan sebelumnya, ia pernah mencintai Erick terlalu dalam, terlalu percaya, dan terlalu sering mengabaikan dirinya sendiri demi hubungan mereka.Namun itu semua sudah berlalu. Siera sekarang bukan lagi wanita yang sama. Ia tidak akan membiarkan Erick mengetahui bahwa perkataannya mengingatkan Siera pada masa lalu. Karena itu, ia hanya memasang wajah bingung."Orang memang bisa berubah," jawabnya tenang."Termasuk perasaan?""Termasuk perasaan."Erick terdiam sejenak sebelum berkata, "Tapi kau tidak bisa menghapus masa lalu.""Aku tidak menghapusnya. Aku hanya tidak mengerti kenapa Anda membicarakannya sekarang.""Karena kita pernah menikah."Siera diam.Erick menatapnya tajam. "Kau tidak ingat?"Siera segera memasang wajah bingung. "Saya hanya tidak mengerti maksud Anda."Erick terus memperhatikannya, seolah sedang mencari tanda bahwa Siera menyembuny
Read more