“Semalam… kau baik-baik saja, kan?”Jantung Maris berdetak kencang. Pertanyaan itu terdengar sederhana, namun entah kenapa terasa tepat mengenai sesuatu yang ingin ia sembunyikan. Ia menahan napas sesaat, mencoba menjaga ekspresinya tetap tenang.Pikirannya berputar cepat, mencari jawaban yang paling aman. Tapi semakin ia berpikir, semakin terasa jelas bahwa pertanyaan itu tidak sesederhana yang terdengar.“A-aku?” ia tersenyum canggung. “Iya… tentu saja.”Jawaban itu keluar terlalu cepat. Terlalu ringan, bahkan untuk telinganya sendiri. Senyum yang ia paksakan terasa kaku, seolah tidak benar-benar meyakinkan.Seraphine tidak langsung menjawab. Tatapannya tetap tertuju pada Maris, lama, diam, seakan menunggu sesuatu yang tidak diucapkan. Hening di antara mereka terasa lebih berat dari sebelumnya.“Syukurlah,” katanya sambil tersenyum tipis.Ekspresi itu sekilas tampak hangat, tetapi ada sesuatu yang tertahan di baliknya.
Última atualização : 2026-04-30 Ler mais