“Ajari aku.”Shen Mo tidak langsung bereaksi. Jarum di tangannya masih berhenti di tengah kain, berkilau pelan tertimpa cahaya lampion.Ia menoleh sedikit, menatap Xiwu dengan saksama. “Bukankah tadi kau mengatakan tidak percaya aku bisa melakukannya?”Xiwu diam sepersekian detik, harga dirinya bertarung dengan rasa penasaran. “Sekarang percaya,” jawabnya singkat.Shen Mo menurunkan kain itu ke pangkuannya. “Aku tidak mengajari orang yang tidak sabaran.”Xiwu menyipitkan mata, menantang. “Aku sabar.”“Tidak.”Xiwu menarik napas pelan, berusaha meredam emosinya. “Kalau kau bisa,” katanya datar, “aku juga bisa.”Sudut bibir Shen Mo bergerak sedikit, nyaris tidak terlihat. “Menurutmu begitu?”Xiwu mengangguk pasti. Tatapannya lurus, tidak goyah.“Kau akan memanggilku guru?”Hening sejenak. Xiwu menelan ludahnya, lalu mengangguk kecil. “Guru, tolong ajari aku."“Baiklah, kau mau m
Read more