Tidak ada aba-aba. Jarak di antara mereka musnah dalam satu kedipan mata.Xiwu menerjang, belatinya membelah udara mengincar leher. Shen Mo memiringkan tubuh dengan gerakan yang sangat tipis, nyaris tak berjarak, lalu membalas dengan tusukan rendah. Xiwu menahan serangan itu menggunakan pergelangan tangannya.Bunyi logam beradu terdengar tajam dan pendek. Terlalu dekat, terlalu cepat. Pertarungan belati tidak memberi ruang untuk kesalahan.Setiap jengkal adalah ancaman maut. Mereka bergerak saling mengunci ritme—tangkisan, putaran, dan balasan mengalir seperti tarian maut yang sulit diikuti mata telanjang.Xiwu menyelinap masuk ke zona berbahaya, mencoba menusuk ulu hati, tetapi Shen Mo sudah membaca arah anginnya. Ia menangkap pergelangan tangan Xiwu, memutarnya, dan dalam satu gerakan halus, ia sudah berada di belakang tubuh Xiwu.Lengan Shen Mo mengunci tubuh wanita itu dengan rapat. Satu tangannya menahan pergelangan Xiwu, s
Read more