Peta itu terbentang di atas meja kayu panjang, ujung-ujungnya ditahan dengan pemberat agar tidak menggulung kembali. Garis wilayah digambar rapi, memisahkan gunung, sungai, dan perbatasan yang terasa lebih tenang dalam beberapa tahun belakangan. Yuze berdiri di sisi meja, satu tangan bertumpu di permukaan, satu lagi bergerak pelan mengikuti garis pada peta. “Kalau dilihat sekilas, Beishan memang terlihat paling luas,” ujarnya santai. “Wilayahnya panjang, sumber dayanya cukup, dan posisi kita juga tidak buruk.” Xiwu mengamati. Selama ini ia tidak pernah tertarik pada urusan strategi perang dan sebagainya, tetapi ia harus mencari tahu untuk kemungkinan terburuk. Beishan menyerang Liyang. “Gambarnya sangat jelas," ucap Xiwu. Yuze mengangguk setuju. Ujung jarinya kembali bergerak menyusuri garis peta lalu berhenti di tengah peta.
Read more