Damian merebahkan Sofia dengan satu gerakan mantap. Sofia terengah, jemarinya mencengkeram sprei sutra di bawahnya, sementara matanya mengikuti setiap pergerakan Damian.Pria itu berdiri di tepi ranjang, jemarinya yang panjang mulai membuka kancing kemejanya satu persatu. Tatapannya menghunus, tajam dan gelap, mengunci Sofia dalam posisi yang tak berdaya.“Damian... aku belum siap. Tolong, jangan sekarang,” suara Sofia bergetar, hampir menyerupai bisikan yang hilang di udara.Damian tak bergeming. Kancing terakhir terlepas, memperlihatkan otot dada yang kokoh dan garis-garis tubuh yang keras. “Aku tidak sedang meminta kesiapanmu, Sofia. Kau terlalu banyak berpikir, terlalu banyak mencemaskan hal yang berada di luar kendalimu.”“Tapi Leo—”“Lupakan sejenak tentang adikmu, tentang Juan, atau tentang dokumen-dokumen itu,” potong Damian dengan suara baritonnya yang menenangkan sekaligus menuntut. “Dengan cara ini, setidaknya kau bisa melupakan masalah yang akan kuselesaikan. Biarkan tubuh
Last Updated : 2026-05-07 Read more