Perlahan Bianca menarik turun resleting celana Damian, dengan sangat hati-hati. Begitu celana itu terbuka, benda pusaka Damian langsung menyembul keluar dengan ketegangan maksimal. Berdiri tegak menampakkan urat-urat kokohnya yang sesekali berdenyut pelan didepan Bianca. “Woww. !” Bianca menahan napasnya sesaat, matanya kembali terbelalak melihat ukuran premium yang selalu sukses membuatnya kewalahan itu. “Astaga... Tiap gue liat langsung aja bikin jantungan. Gede banget sih, heran gue, ini beneran premium gak sih,” cicit Bianca lirih. “Genggam,” perintah Damian lagi, suaranya semakin serak. Bianca mengulurkan tangannya, lalu menggenggam lembut benda kokoh didepannya. Kulitnya yang halus langsung bergesekan dengan permukaan panas milik Damian. “Mmm... Damian, ini beneran keras banget… Gede pula,” oceh Bianca jujur. Damian mencengkeram kemudi lebih erat, otot-otot lengannya ikut menegang. “Gunakan mulutmu. Tidurkan dia sampai klimaks.” “Hah?! Mulut?! Gak! Damian, kamu
Read more