Mata Bianca seketika membola sempurna saat melihat wajah gadis itu. ‘Lho?! Itu kan Natasya?! Ngapain dia ada di sini?!’ tanya Bianca dalam hati, ia merasa penasaran, memperhatikan Natasya dan Damian secara bergantian. “Silakan duduk, Nona Natasya. Kita akan segera mulai,” ucap Damian dingin, suaranya datar tanpa minat sedikit pun pada kehadiran gadis itu. Natasya tersenyum puas, ia duduk di samping Damian, tepat di depan Bianca. Matanya sedikit terkejut melihat Bianca juga ada disana, duduk di samping Damian. Namun, saat melihat nama Bianca di papan nama desainer, alis Natasya berkerut. “Oh, jadi kamu desainer di sini, Bianca? Desainer utama untuk proyek pameran perusahaan ini?” tanya Natasya, menyela pembukaan rapat saat akan dimulai oleh Hans. Bianca mengangguk ragu, namun langsung memasang senyum profesionalnya yang tampak gugup karena terkejut akan kedatangan teman kuliahnya dulu. “Iya, benar, Natasya. Aku, desainer utama untuk pameran di perusahaan ini.” Natasya mem
Read more