“Haaahhh?! P-pindah ke penthouse?! Selamanya?!”Bianca memekik tertahan di koridor masuk mall, untung saja suaranya teredam dentum musik dari salah satu gerai kosmetik mewah di dekat mereka.Langkah kakinya mendadak berhanti, membuat tubuh mungilnya sempat terseret satu langkah karena Damian tetap berjalan dengan santai.Tangannya semakin erat meremas pinggang Bianca, memberikan sentuhan dominan yang memperingatkan agar gadis itu tidak membuat drama di tempat umum.“Jangan membuat saya mengulang kata-kata, Bianca. Ayo jalan! Atau saya harus menggendongmu,” suara Damian dingin, nadanya rendah dan berat.Namun tatapan matanya tetap lurus ke depan, mengabaikan tatapan beberapa pasang mata pengunjung mall yang mulai melirik ke arah mereka karena ketampanan dan aura dominannya terlalu mencolok.‘Astaga! Pak Damian ini, ternyata diktator kuadrat! Kualitasnya memang premium, tapi otoritasnya gak bisa dinegosiasi! Enak aja main pindahin gue ke tempatnya, emangnya gue ini barang apa?!’ ke
Read more