‘Mampus gue! Kalau di lanjut minimal main setengah jam, tapi kalau pakai pemanasan, inti dan peregangan bisa sampai satu jam. Kira-kira Velove jamuran gak ya kalau gue tinggal ‘main’ bentar?!’ ocehnya dalam hati, hatinya mulai bingung karena gak sejalan dengan tubuhnya yang tidak mampu menolak. Bianca memejamkan matanya, merasakan jantungnya yang berdegup kian kencang. Meskipun otaknya berteriak untuk tetap profesional, tubuhnya justru mengkhianatinya. "Pak, tadi... Tadi saya beneran nggak sengaja ketemu dia, sumpah! Sekarang dia tungguin saya, bisa tidak yang sekarang ditunda dulu," gumam Bianca lemah, mencoba mencari cara menghindar dari Damian. Pria itu tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru mendekatkan wajahnya lagi, memangkas habis jarak di antara mereka. "Aku sudah bilang, aku tidak suka alasan. Dan.. Jangan mencoba untuk kabur!" bisik Damian tepat di telinga Bianca, lalu bibirnya mendarat di ceruk leher gadis itu. “Sshhh.. Mmpphh..” Bianca menelan ludah. Ia tahu
Read more