”Ya ampun, Damian! Bisa gak sih kalau bicara jangan lihat aku kayak gitu, rasanya kayak kamu mau makan aku hidup-hidup?!" cicit Bianca pelan, langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam.Wajahnya terasa panas mendengar kata-kata Damian yang lengkap dengan tatapan meresahkan pria itu. Bianca buru-buru menyembunyikan wajahnya yang merona di dada bidang Damian, meremas kain kemeja pria itu untuk menutupi rasa gugupnya.Jantungnya berdebar tak beraturan membayangkan pernikahan kilat akhir pekan, ditambah malam pertama yang berada di depan mata, membuat imajinasi langsung berputar liar.‘Aduh, mampus gue! Ini dada Damian kenapa makin keras aja sih kayak benteng takeshi?! Mana baunya wangi banget lagi!Kalau gue nempel terus begini, bisa-bisa makin mupeng gue. Terus gue yang jadi grepe-grepe dia, ish gak-gak! Masa gue yang mulai duluan, gengsi donk!’ batin Bianca menjerit histeris.Tiba-tiba, jemari Damian bergerak di bawah daguny
Read more