“Apa maksudnya, Damian?!” Sebelum Bianca sempat mengatur napasnya yang tersengal, Damian sudah membalik posisi mereka kembali dalam sekejap mata. Tubuh Bianca ambruk menempel di busa sofa, sementara Damian mengurungnya dari atas. Bugh..! Tanpa ampun, Damian langsung menghentakkan pusaka premiumnya dengan gerakan sangat cepat, dalam, dan brutal. "A-aahh! Damian! Pelan... Ahh! Terlalu dalam! Nghhh!" jerit Bianca histeris, tangannya mencengkeram lengan kekar Damian yang berurat. "Kamu milikku, Bianca," bisik Damian tegas, tidak memberikan ampun pada setiap hentakan pinggulnya yang penuh tenaga. Hentakan demi hentakan itu membuat sofa penthouse berdecit keras, Bianca hanya bisa mendesah, erangan sensual lolos terus-menerus dari bibir mungilnya. "Damian! Aahhh! Terus.. Lebih cepat... Aakkhhh!" "Bersamaku, sayang.." geram Damian rendah.
Read More