Bianca membelalakkan matanya mendengar ucapan Damian yang terdengar santai. "Hah?! Mengurus semuanya bagaimana maksudnya?!Orang tuaku itu..!""Kamu tenang saja, tugasmu hanya satu," potong Damian cepat, tangannya merayap naik, menangkup pipi hangat Bianca yang masih merona. "Cukup bersedia dan siap menjadi istriku."Duar!Bunga api seolah meledak di dalam dada Bianca. Posisinya yang terhimpit di antara kungkungan tubuh hangat Damian dan ranjang empuk mendadak terasa sangat romantis.Batin bersorak liar. 'Gila, gila, gila! Ini bos otoriter gue kenapa bisa seromantis ini sih?! Kata-katanya bikin otak mesum dan baper gue bercampur jadi satu!Spek dewa banget nih kakak Velove, udah premium, kaya raya, posesif, terus mau ngurusin pernikahan sendiri?! Fix, gue gak boleh nolak!'Namun, rasa penasaran Bianca yang terbilang akut tidak bisa diam begitu saja. Ia mengikis jarak, menatap mata Damian lebih dekat."Memangnya... K
อ่านเพิ่มเติม