"P-paham..." jawab Bianca terbata-batas sambil mengangguk, menelan ludahnya susah payah."Tidak ada yang bisa membatalkan pernikahan kita, termasuk Papa. Walaupun malam ini dianggap gagal, tapi itu tidak akan merubah apapun," lanjut Damian penuh penekanan, menatap dalam bibir merona Bianca."T-tapi kalau Pak Nicholas besok pagi ngamuk di kantor gimana?" tanya Bianca mencari alibi untuk menutupi detak jantungnya yang berdebar."Biar aku yang selesaikan," pangkas Damian singkat.Pria itu menunduk lebih dalam, mendaratkan kecupan hangat dan lama di kening Bianca, lalu turun ke hidungnya, dan berakhir menempel di bibir manis calon istrinya. Ciuman itu tidak brutal, melainkan sangat dalam, protektif, dan penuh janji perlindungan yang begitu nyata.Bianca memejamkan matanya, membalas ciuman itu dengan meremas bahu kekar Damian.Seluruh rasa kecewa, cemas, dan takut akan penolakan mertuanya seketika sirna, tergantikan ra
Mehr lesen