"E-eh! Enggak, enggak mau! Siapa juga yang mau di-makan lagi jam segini?!" pekik Bianca panik. Tangannya menyilang di depan dada sambil melangkah mundur di atas ranjang."Mending aku makan daripada kamu makan aku lagi! Tenaga aku udah menipis, Damian!"”Ya sudah, ayo," pangkas Damian pendek.Pria itu meraih celana santai dan kaos polos dari lemari, memakainya dengan cepat dan tenang. Setelah itu, jari tegapnya meraih jubah mandi lembut dan memakaikan ke tubuh Bianca yang masih lemas. Tanpa persetujuan, tangan kekarnya langsung merengkuh pinggang mungil Bianca, membawanya berjalan keluar dari kamar utama menuju area dapur."Ish, pelan-pelan, Damian.." gerutu Bianca sambil menyeret kakinya yang terasa agak kaku. "Kamu itu tenaganya kayak reaktor nuklir tahu gak, gak ada habisnya!" gerutu Bianca lirih. "Diam dan jalan," sahut Damian singkat, nadanya tetap rendah dan dingin.Namun, begi
Mehr lesen