Dokter Abigail masih bungkam tetapi tangannya sibuk bergerak menyalin setiap informasi yang berhasil dia simpan dalam layar. Setelah semua selesai, dua lembar file telah berada di tangannya. Tanpa suara, dokter itu menyerahkan file tersebut pada Esther. "Apa ini, Abigail?""Baca saja, nanti juga akan tahu." Abigail menjawab dengan nada datar. Dua wanita kepercayaan Rebecca itu memang dikenal sebagai wanita tanpa suara. Namun, sejak hadirnya Sisilia Esther cenderung lebih banyak bicara daripada Abigail. Kedua mata Esther membaca setiap kata yang tersusun di atas kertas dengan teliti. Saat pandangannya mendapati kata positif, dia langsung mendongak melihat ke arah Abigail yang juga sedang menatapnya. "Apa ini maksudnya, Abigail. Kau seorang dokter, jelaskan!"Abigail menghempas napas kasar dan berat, dia menggelengkan kepala dengan suara tertahan, "kau seorang Beta, Esther. Apa tidak menghidu aroma yang lain dalam tubuh alpha?"Esther menatap tajam pada Abigail, dengan kasar dia men
اقرأ المزيد