Agnira berbaring di atas ranjang pasien, dadanya berdebar saat dokter di sisinya mulai meraba perut. Dia terus menarik napas, berusaha rileks, walaupun kenyataannya tetap tidak bisa."Kita mulai USG-nya yah," ucap Maya sambil mulai menyiapkan alat-alatnya. "Ibu Agnira bisa mengangkat baju sampai bagian perut." Alis Sambara mengernyit saat perintah itu terdengar. "Kenapa istri saya harus membuka baju?" Tangan Maya yang hendak membantu Agnira menarik baju terhenti seketika, dia memandang Sambara dan tersenyum samar. Benar kata dokter Surya, jika Sambara adalah tipe pria protektif terhadap istrinya."Karena benda ini harus menempel dikulit, Pak," ucap Maya sambil menunjukkan benda di tangannya, "dan, jel ini juga harus saya balurkan di atas perut, Ibu Agnira." Dokter itu tersenyum hangat, namun tidak untuk Sambara, pria itu jelas menunjukkan rasa enggan. Namun, tidak berani menyela."Anda sebaiknya keluar dulu, dok," usir Sambara para Surya yang masih betah berdiam diri di sana.Surya
閱讀更多