Hampir lima belas menit berlalu, tetapi Agnira belum juga keluar dari dalam kamar mandi. Kegelisahan mulai merayapi hati Robi. Tatapannya terus tertuju pada pintu toilet wanita, sementara jemarinya tanpa sadar mengepal. Ia ingin memastikan keadaan Agnira, tetapi sebagai seorang pria, ia jelas tidak bisa sembarangan masuk ke dalam kamar mandi wanita.Beberapa saat berlalu, pintu kamar mandi terbuka memunculkan seorang petugas kebersihan dengan barang troli pembersih yang cukup besar. Wanita itu menunduk dan tersenyum pada Robi."Sebentar, Mbak," panggil Robi, menghentikan langkah seorang petugas kebersihan yang hendak melewatinya.Wanita itu menoleh sambil tersenyum ramah. "Iya, Mas. Ada yang bisa saya bantu?""Begini," ujar Robi sopan. "Apa Mbak melihat seorang wanita muda masuk ke toilet bersama seorang wanita yang lebih tua? Yang muda berpenampilan anggun, sedangkan yang satunya terlihat seperti asisten rumah tangga."Petugas kebersihan itu berpikir sejenak. Tak lama kemudian, mata
閱讀更多