Agnira keluar dari kamar mandi masih dalam gendongan Sambara. Tubuhnya sudah terasa lebih segar, dibalut kemeja milik pria itu yang kebesaran di tubuh mungilnya. Lengannya melingkar lemah di leher Sambara."Aku mau ke kamar," ucap Agnira, dingin.Sambara tidak menjawab. Namun langkahnya berbelok, keluar dari kamar pribadinya dan menuju pintu bercat putih di seberang.Pintu terbuka.Aroma lavender langsung menyambut, lembut dan menenangkan–berbanding terbalik dengan kamar Sambara yang gelap dan pekat. Kamar Agnira didominasi warna putih, bersih, rapi, tanpa cela.Sambara menurunkan Agnira perlahan ke atas ranjang. Tanpa banyak bicara, ia merapikan rambut wanita itu, menatapnya sekilas, lalu berbalik pergi.Tidak ada ucapan, tidak ada kalimat lainnya, hanya hening tanpa suara. Seolah kedekatan semalam tidak pernah terjadi.Dering ponsel memecah keheningan. Agnira meraih benda itu dengan cepat. Beberapa panggilan tak terjawab memenuhi layar–puluhan, sejak semalam.Ia langsung mengangkat.
Last Updated : 2026-04-16 Read more