Kegiatan Agnira selama empat hari ke depan akan sangat membosankan. Rumah mewah, namun tidak dapat keluar dari gerbang utama. Bahkan pintu belakang pun terkunci rapat dengan dua petugas tinggi besar yang menjaga. "Nana sama Kenan bisa keluar, kenapa aku tidak?" Pertanyaan itu terus berputar di kepala Agnira, membuat wanita itu pusing di buatnya."Sebenarnya siapa si Sambara itu? Aku baru sadar jika suamiku semisterius itu," gumam Agnira pelan.Tepat saat ia melewati ruang kerja Sambara, rasa penasarannya kembali hadir. Tangannya bergerak meraih gagang pintu dan membukanya perlahan, ruangan itu terlihat gelap, sepi, dan mencekam.Kaki Agnira melangkah masuk perlahan, tangannya mencoba meraba dinding dan mencari saklar lampu. Begitu lampu menyala, ruangan gelap itu terlihat terang. Agnira menyipitkan mata, menyapu setiap sudut ruangan dengan rasa penasaran yang semakin besar.Ruang kerja Sambara jauh lebih rapi daripada yang ia bayangkan. Rak-rak buku memenuhi satu sisi dinding, dipenu
Baca selengkapnya