Agnira memutuskan untuk pulang bersama Nana. Wanita itu akan kembali saat malam hari dan membawa beberapa pakaian ganti, rumah Lakeswara terlihat sepi dan hening saat Agnira menginjakkan kaki. "Nyonya," sapa Nurma dengan wajah cemas, "bagiamana keadaan Tuan?" Agnira tersenyum samar, lalu menarik napas dalam. "Dia baik, Bi. Jangan khawatir, dia kan jagoan, mana mungkin cepat inalillahi." "Nyonya, bercandanya ngeri sekali," timpal Nurma meringis kecil.Agnira terkekeh pelan, lalu terduduk di sofa panjang dan menengadah kepala menatap langit-langit ruangan. Badannya lelah, pikirannya pun sama. Wanita itu memejamkan mata, menikmati semilir AC ruangan yang menerpa tubuhnya."Nyonya," panggil Nurma pelan. "Apa Anda menginginkan sesuatu?" Mata Agnira kembali terbuka, dia menegakkan tubuhnya dan menatap Nurma. "Buatkan cake strawberry, ayam goreng bawang putih, nasi hangat, ayam bakar juga, sama ... cireng isi durian." "Hah!" Bibir Nurma berkedut pelan, untuk makanan lainnya ia masih bis
Baca selengkapnya