"Lagi-lagi kau pura-pura tidak mengenaliku, Hum?" Kaina berhenti melangkah, dia memutar badan—menghadap pada sosok pria yang saat ini sedang menatapnya dengan ekspresi wajah dingin dan sorot mata tajam. "Oh, hai, Kak," sapa Kaina santai, senyum tipis dan ringan. Sebisa mungkin dia menjaga gestur tubuh agar tidak memperlihatkan kegugupan sedikitpun. Elzeren melepas pelukan Freza di lengannya. Dia memberi isyarat supaya Freza, Rozen, dan yang lainnya lebih dulu pergi. Setelahnya, Elzeren mendekat ke arah Kaina. "Kau sedang apa di sini?" tanya Elzeren, menatap lekat pada Kaina yang berdiri tepat di depannya. "Liburan." Kaina menjawab santai. Namun, dia refleks melangkah mundur saat Elzeren maju dan semakin terasa dekat pada tubuhnya. "Kenapa menjauh?" Elzeren menaikkan sebelah alis, mrngamati Kaina secara dalam dan lekat, "jangan berasalan parfum lagi, Kai. Aroma parfumtku hampir sama dengan aromamu," tambahnya, berkata datar tetapi menatap penuh selidik pada Kaina. Sa
Read more