"Kamu siapa?" Kaina mengerutkan kening, menatap salah satu perempuan di depannya. Perempuan yang berbicara padanya. "Kaina, akhirnya kamu datang," ucap Freza, senyum lembut pada Kaina, "dia ini … Sabela, sepupu Elzeren dari pihak Tante Aeliza," tambahnya, memperkenalkan Sabela pada Kaina. "Cih." Sabela berdecih pelan, bersedekap di dada sambil menatap sinis pada Kaina, "hanya karena Kak El ingin menikahimu, bukan berarti kamu akan jadi Nyonya Smith. Keluarga Smith tidak menerimamu! Nenek juga tidak menyukaimu, yang Nenek Luisa harapkan jadi istri Kak Elzeren itu adalah Kak Freza, bukan kamu. Jadi lebih baik kamu mundur!" Kaina menaikkan sebelah alis, menatap datar pada Sabela yang menurutnya terlalu berisik. Setelah itu, dia melirik ke arah Freza. Sekilas dia bisa melihat perempuan itu senyum sinis. Akan tetapi saat dia menoleh, Freza buru-buru menunjukkan ekspresi wajah murung dan tak enak hati. 'Muka dua.' batin Kaina. "Kaina, kamu nggak usah dengerin Sabela." Freza berka
Read more