"Kaizen, duduklah," titah Kaze pada putranya. "Pergi dari sini!" usir Kaizen pada Vanessa dan Laudia, mengabaikan ucapan ayahnya yang menyuruhnya untuk duduk. "Pergi!" bentak Kaizen lagi, membuat Vanessa dan Laudia tersentak. Keduanya segera berdiri, menatap takut dan campur aduk pada Kaizen. Dengan wajah tak enak, keduanya pamit pulang. "Tante, kami pulang dulu," pamit Vanessa, mendapat anggukan kepala dari Naia. Setelah kedua perempuan itu pergi, barulah Kaizen duduk di sofa kosong. Wajahnya begitu dingin, dan masih ada sisa-sisa kemarahan yang tak bisa disembunyikan. "Zen," panggil Naia hati-hati, begitu takut dan khawatir putranya akan menbencinya karena masalah tadi. Kaizen menatap mamanya, menghela napas panjang untuk meredam emosinya. "Mama minta maaf soal Aluna. Mama sama sekali tidak tahu masalahnya akan berakhir seperti ini. Mama hanya berniat baik, Mama ingin Aluna dan adik kamu-" "Aku tak punya adik," potong Kaizen cepat. Naia meneguk saliva secara
最終更新日 : 2026-05-27 続きを読む