"A-aku nggak mau. Lepaskan aku!" pekik Aluna, mulai panik ketika tangan Kaizen meremas miliknya. "Humm." Kaizen berdehem rendah dan berat, "nanti setelah selesai, kau akan kulepas, Aimee," ucapnya, menelusup pada ceruk leher Aluna–mencium dan menyapu kulit leher istrinya yang harum dan halus. "Ah … mmff … aku tidak mau! Jangan paksa aku," cicit Aluna, masih mencoba memberontak walau tubuhnya mulai berkhianat dengan merespon sentuhan Kaizen. "Kau hanya punya pilihan menerima sentuhan suamimu, Aimee," dingin Kaizen, membalik tubuh Aluna sehingga perempuan itu menghadap padanya. Tanpa menunggu jawaban dari Aluna, Kaizen langsung mendaratkan ciuman panas ke atas bibir istrinya. Dia melumat bibir Aluna secara ragus, tak peduli pada penolakan yang Aluna lakukan. Pada akhirnya karena tidak berdaya dan tak sanggup untuk memberontak, Aluna menyerahkan diri. *** Aluna menggembungkan pipi, berjalan ke arah ranjang dengan langkah pelan. Dia baru selesai berpakaian, setelah sebe
最終更新日 : 2026-05-22 続きを読む