Lucien merenggut map tebal bersampul merah darah itu dari tangan Rio. Napas asisten kepercayaannya itu masih tersengal, meninggalkan jejak keringat dingin di pelipis. Di sudut ruangan, mesin pendingin udara berdengung rendah, namun atmosfer di dalam ruang kerja mendadak turun hingga ke titik beku. Nayaka bangkit dari kursi kebesaran, langkah kakinya terdengar ketat menapak lantai marmer, matanya menyipit tajam menatap segel lilin merah berlogo garuda emas yang baru saja dirusak oleh suaminya. "Apa yang mereka temukan, Rio?" tanya Nayaka, nadanya datar namun menuntut penjelasan mutlak. Rio menelan ludah, mencoba menstabilkan suaranya yang gemetar. "Kementerian Hukum Pusat membekukan izin prinsip pemakaman agung untuk besok pagi, Nona. Berdasarkan data sistem agraria nasional yang baru saja divalidasi, lahan seluas dua puluh hektar di Bukit Sanubari. Tempat makam leluhur Wijaya berada, ternyata tidak pernah terdaftar atas nama korporasi maupun nama prib
Last Updated : 2026-05-28 Read more