Jet pribadi Lucien Ashford membelah awan hitam di langit Jakarta. Di dalam kabin yang mewah, bau gairah dari penyatuan mereka beberapa jam lalu masih terasa di udara. Nayaka menyandarkan kepalanya di bahu Lucien, jemarinya memainkan ujung kerah kemeja suaminya yang sedikit berantakan. Jari Nayaka ngetuk sandaran kursi. Irama. Satu-dua. Satu-dua. "Kau tegang lagi," bisik Lucien, suaranya rendah dan dalam, getarannya merambat ke dada Nayaka. Ia mengecup kening istrinya, lalu turun ke hidung, dan berakhir dalam sebuah ciuman pendek namun posesif di bibir. "Jakarta bukan Maladewa, Lucien," jawab Nayaka sambil memperbaiki posisi duduknya. "Begitu roda pesawat ini menyentuh aspal, 'Aurora' harus kembali memakai perisainya. Dan kau tahu, perisai itu seringkali berat." Lucien terkekeh, tangan kekarnya merangkul pinggang Nayaka, menariknya semakin rapat. "Maka biarkan aku yang membawakan beban itu untukmu. Kita adalah pasangan pe
Last Updated : 2026-05-04 Read more