Kesadaran Nayaka timbul tenggelam. Rasa panas yang membakar di perut bawahnya seolah menarik jiwanya keluar dari raga Aurora. Ia bisa merasakan tangan kekar Lucien yang gemetar saat menggendongnya, suara langkah kaki yang beradu dengan lantai pualam, dan teriakan panik yang memecah kesunyian malam di mansion Ashford. "Bertahanlah, Aurora! Sialan, jangan tutup matamu!" raung Lucien. Suaranya pecah, sebuah nada yang belum pernah Nayaka dengar. Nayaka mencoba bersuara, tapi yang keluar hanyalah erangan tipis. Pandangannya kabur saat menatap lampu-lampu kristal. Ia merasa tubuhnya diletakkan di atas permukaan empuk. Mungkin ranjang di ambulans atau mobil. Bau antiseptik dan aroma maskulin Lucien bercampur, menciptakan sensasi mual yang semakin menjadi. "Tuan, helikopter sudah siap di atap, tapi Dokter Yan menyarankan jalur darat karena pendarahan Nyonya sangat riskan terhadap tekanan udara!" suara Rio terdengar di kejauhan. "Lakukan apa saja! Jika terjadi sesuatu padanya, aku aka
Last Updated : 2026-05-12 Read more