“Atau… aku minta sama ayah aja nanti.”“Stop, Lun. Kamu mau mempermalukan aku di depan ayah dan direksi lain?” Suara Ragil mulai meninggi.“Aku tidak pernah berniat untuk mempermalukan kamu, Mas. Aku melakukan ini demi kita,” jawab Aluna.“Demi kita? Apanya yang demi kita? Ini hanya demi ego kamu, gara-gara kecurigaan tidak menentu kamu itu!”Aluna menarik napas panjang dan menghembuskannya kasar.“Kalau memang iya, apa salah?” tanyanya pelan.“Aku bahkan bersedia mengikuti rencana gila kamu demi kehamilan ini, Mas,” ucapnya lagi dengan lirih. Matanya kini mulai memerah, namun Aluna sekuat tenaga menahannya agar tidak menangis di depan Ragil. Ragil diam seketika. Semua kata-kata yang hendak keluar dari bibirnya, tertahan karena ucapan Aluna. Ia diam seribu bahasa, mengingat ucapan Aluna yang benar.“Aku menolak ide gila kamu yang meminta aku untuk tidur dengan Kak Dirga. Tapi kamu malah menjebak kami.” Suara Aluna yang begitu rendah dan lirih menyayat hati bagi yang mendengarnya.Nam
Read more