"Ih, apa sih, Kak. Nggak ditelantarkan juga kali, ini kan kemauanku sendiri," sahut Aluna, mencoba mencairkan suasana dengan nada bercanda yang dipaksakan."Iya, iya, percaya," goda Dirga lembut.Ia kemudian melambaikan tangan ke arah pelayan kafe, memesan secangkir Americano dingin untuk dirinya sendiri dan sepiring waffle cokelat.“Aku sampai lupa pesan untuk Kak Dirga,” ujar Aluna sesaat setelah pelayan kafe yang mencatat pesanan Dirga pergi.“Nggak apa-apa. Bumilnya fokus ke suaminya terus.”“Ih…,” rajuk Aluna yang membuat Dirga tertawa.“Terus itu Kakak kok malah pesan camilan manis?” tanya Aluna heran.Dirga menatap Aluna hangat, menyunggingkan senyum yang entah mengapa terasa begitu menenangkan.“Tadi kan di chat kamu bilang belum makan siang karena mau makan bareng suamimu. Dan melihat kamu cuma pesan jus dan cake di sini, aku tebak, kamu pasti belum sempat makan sepeser pun sampai jam segini, kan?”Aluna tertegun.Skakmat.Kebohongannya runtuh seketika hanya dengan satu perha
Leer más