Langkah kaki Aluna yang dibalut sepatu ber-hak rendah terdengar berketuk teratur di atas lantai marmer lobi yang mengkilap. Sesaat sebelum dirinya tiba di depan lift eksekutif yang akan membawanya ke lantai teratas, Aluna memilih untuk membelokkan arah langkahnya menuju meja resepsionis yang melingkar megah di tengah lobi utama gedung.Dua orang petugas resepsionis yang sedang sibuk menyortir dokumen seketika mendongak. Begitu menyadari siapa sosok wanita hamil bergaun putih gading yang sedang berjalan ke arah mereka, senyum profesional mereka langsung berubah menjadi senyum yang sangat ramah.“Siang, Bu Aluna,” sapa salah satu resepsionis wanita dengan sopan.Aluna membalas sapaan itu dengan sebuah senyuman manis yang sangat hangat. “Siang, Mbak. Saya mau bertanya, apakah tadi ada kurir yang mengantarkan makanan pesanan atas nama saya ke sini?”Resepsionis itu mengangguk dengan cepat. “Oh, ada, Bu. Baru saja sekitar sepuluh menit yang lalu tiba. Sebentar ya, Bu, saya ambilkan dulu.”
Read more