Share

Bab 66

Author: Mumu Mooi
last update publish date: 2026-06-16 23:41:44

Aluna keluar dari kamar mandi dengan wajah yang tampak lebih segar. Tubuhnya masih terbalut bathrobe handuk putih yang longgar, sementara rambut panjangnya sudah setengah kering setelah sempat ia keringkan dengan hair dryer di dalam tadi.

Saat kaki menginjakkan lantai kamar, Aluna mendapati Ragil sudah berbaring di atas ranjang. Posisinya saat ini tengah memunggungi arah kamar mandi, membuat pria itu sama sekali tidak menyadari jika istrinya telah menyelesaikan kegiatannya.

Aluna berdiri terpak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 80

    Sepanjang hari, Aluna sama sekali tidak menghantui suaminya dengan pertanyaan-pertanyaan yang menuntut seputar janji memo pemindahan Anggun. Kali ini ia sengaja memilih untuk diam. Ia hanya ingin melihat dan menguji bagaimana keseriusan Ragil dalam memenuhi janji manis yang diucapkan pria itu di atas ranjang semalam.Namun harapan tinggi yang sempat disusun Aluna ternyata tidak selalu tersampaikan dengan indah. Nyatanya, realitas kembali menamparnya dengan keras.Ragil bersikap biasa saja sepanjang hari, seolah-olah tidak pernah ada janji yang harus ia tepati hari itu. Pria itu tidak mengirim pesan berisikan laporan jika janjinya telah ia tunaikan. Bahkan malam ini pria itu pulang sangat terlambat, melampaui batas wajar hingga membuat Aluna yang kelelahan menanti akhirnya tertidur duluan di atas sofa kamar.“Kamu tidur duluan saja malam ini. Aku masih harus lembur di kantor karena ada berkas proyek yang harus diselesaikan.”Barisan kata dalam pesan singkat yang dikirim oleh Ragil seki

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 79

    Aluna yang berencana akan ke kantor untuk memastikan tentang posisi Anggun harus membatalkannya. Efek tidak tidur tadi malam baru ia rasakan di pagi hari, hingga akhirnya ia tertidur dan tidak mengetahui kapan ayahnya berangkat ke bandara. Selain melewatkan kepergian sang ayah, Aluna juga melewatkan sarapannya.ART yang mengantarkan makanannya tadi pagi terpaksa kembali turun membawa sarapannya sebab Aluna yang tak kunjung membuka pintu. Akibatnya kini perut Aluna memberontak, meminta untuk segera diisi.Sebelum turun ke lantai bawah, Aluna segera membersihkan dirinya yang belum sempat ia lakukan tadi. Hanya dengan waktu setengah jam Aluna akhirnya keluar dari kamar.“Mbak…” panggil Aluna pada ART nya dengan sedikit berteriak.“Iya, Non.” Dengan setengah berlari, seorang pekerja wanita yang berumur empat puluh tahunan menghampiri Aluna.“Mau makan dong,” pinta Aluna.“Baik, Non. Tunggu sebentar, ya. Makan siangnya sebentar lagi siap.” ART itu membalikkan tubuhnya, namun baru beberapa

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 78

    “Kalian dari mana?”Aluna dan Pak Beni yang baru saja menginjakkan kaki di dalam rumah selepas menikmati jalan-jalan pagi seketika menghentikan langkah. Mereka langsung disambut oleh pertanyaan dari Ragil, yang ternyata sudah duduk santai di ruang makan dan baru saja menyelesaikan sarapan paginya. Pria itu menatap keduanya dengan tatapan menilai yang sulit diartikan.“Aku tadi ikut Ayah jalan-jalan pagi keliling kompleks, Mas. Menghirup udara segar,” jawab Aluna sembari melangkah mendekat, lalu mendudukkan diri di kursi kosong tepat di samping suaminya.Napasnya sedikit memburu akibat aktivitas fisik tadi. Ia meraih sebuah gelas kaca kosong di atas meja, mengisinya dengan air putih dari teko kaca, lalu meminumnya dengan cepat hingga tandas tak bersisa untuk membasahi tenggorokannya yang kering.Ragil menurunkan cangkir kopinya perlahan, matanya beralih meneliti penampilan Aluna dari ujung kepala hingga ujung kaki.“Kamu tidak lelah? Kondisi kandunganmu kan masih sangat muda, Luna. Har

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 77

    Paginya Aluna turun ke lantai bawah dengan langkah gontai. Setelah melihat nama Anggun yang menghubungi suaminya di waktu yang tidak wajar, mata Aluna tidak bisa kembali terpejam hingga matahari terbit. Sebelum Ragil terbangun, Aluna memutuskan untuk lebih dulu turun setelah menyiapkan pakaian kerja Ragil. Aluna juga sudah memutuskan untuk pura-pura tidak tahu dan akan bersikap biasa sampai mendapatkan jawaban yang pasti.Aluna duduk di ruang tengah, memainkan ponselnya. Ia membuka aplikasi OTT, menonton serial drama yang diadaptasi dari novel. Aluna berusaha mengalihkan kegelisahan di hatinya, demi bayi yang dikandungnya ini.Entah bagaimana nasib pernikahannya dengan Ragil nantinya, wanita ini akan tetap fokus dengan kehamilan nya. Aluna ingat dengan kata-kata Dirga kemarin.“Kamu sudah lupa bagaimana bahagianya kamu saat mendengar detak jantung bayi itu pertama kali kemarin saat pemeriksaan dokter? Kamu lupa bagaimana perjuanganmu menahan semua mual demi mempertahankan dia?”Kalima

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 76

    Aluna membuka matanya yang terasa berat. Hal pertama yang tertangkap oleh indra penglihatannya sebelum tersadar sepenuhnya adalah langit-langit kamar yang temaram, dan dirinya dirinya berada di dalam dekapan erat Ragil. Pria itu masih terlelap pulas dalam kondisi belum berpakaian, menyisakan sisa-sisa kehangatan dari pergulatan intim yang mereka lalui beberapa jam lalu.Dengan gerakan yang teramat pelan dan hati-hati, Aluna berusaha melepaskan diri dari kungkungan lengan kekar Ragil. Kandung kemihnya terasa penuh, mendesaknya untuk segera buang air kecil. Ragil sempat melenguh pelan dan bergerak sedikit akibat pergeseran tubuh Aluna, namun sedetik kemudian pria itu hanya memutar arah tidurnya hingga kini posisi tubuhnya memunggungi Aluna.Aluna bergegas melangkah menuju kamar mandi, menutup pintunya rapat-rapat tanpa menimbulkan suara. Setelah menyelesaikan hajatnya, ia berdiri di bawah guyuran air hangat untuk sekalian membersihkan sisa-sisa percintaan mereka sore tadi. Rasa lelah fi

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 75

    Wajah Ragil tampak begitu kusut. Setelan kemeja kerja mahalnya sudah berantakan dengan kancing atas yang terbuka, sedangkan dasinya pun sudah terlepas dan tergeletak sembarangan di lantai dekat ranjang. Pria itu tampak seperti seseorang yang baru saja kehilangan arah.Aluna yang masih berdiri mematung dengan sepasang mata membelalak sempurna di ambang pintu. Belum sempat ia mencerna apa yang terjadi ketika Ragil melangkah lebar dan langsung memeluk erat tubuhnya. Ragil mendekap Aluna begitu kencang, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang istri, seolah-olah dirinya sedang ketakutan yang akan kehilangan wanita itu dari hidupnya.“Mas…” lirih Aluna. Kedua tangannya menggantung kaku di udara dan tampak ragu untuk membalas dekapan tersebut.“Kamu dari mana saja? Aku sudah menunggu kamu di sini dari tadi, Luna,” bisik Ragil dengan suara yang serak dan bergetar tepat di telinga Aluna.Dahi Aluna mengernyit di balik dekapan hangat pria itu. Ia benar-benar tidak habis pikir melihat peruba

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 70

    Mendengar nama yang disebut oleh Aluna membuat Dirga mengernyitkan dahinya beberapa saat. Lipatan tipis muncul di antara kedua alisnya, menandakan bahwa otak pria itu sedang menggali sesuatu dari ingatannya. Rasanya nama itu memang tidak asing di telinganya. Ada ingatan familiar yang melintas, teta

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 68

    “Kalau nanti di dalam ruangan dokter bertanya Kak Dirga itu siapa, Kakak mau jawab apa? Dokter kan juga sudah tahu kalau Kak Dirga bukan suamiku.” Aluna melipat tangan dan merasa argumennya kali ini tidak akan bisa dibantah.Dirga terdiam sesaat, memandangi wajah ketus Aluna yang justru terlihat me

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 67

    Aluna tengah mematut dirinya di depan cermin rias yang megah di kamarnya saat layar ponsel yang berada di depannya mendadak menyala dan berdering pendek. Nama Ragil tertera pada layar. Pria itu mengirimkan sebuah pesan singkat tepat di pukul sepuluh pagi.“Sopir sudah aku suruh jalan untuk jemput k

  • Maaf, Kurebut Istrimu!   Bab 65

    Bayangan dari untaian kata yang diucapkan oleh Anggun tadi siang masih membekas begitu dalam di ingatan Aluna. Luka itu terasa basah dan berdenyut nyeri. Bahkan hingga malam telah datang dan menyelimuti kota, Aluna masih memilih untuk berdiam diri di dalam kamarnya dalam kondisi yang gelap gulita.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status