“Kenapa harus repot-repot segala?”“Nggak kok, Mas. Ayo, buka.”Tangan kekar Garendra menarik pita merah itu, lalu membuka tutup kotak. Begitu melihat isinya, kilatan rantai besi, tali kulit hitam, dan sebuah ball gag yang mengilap, napas Garendra langsung tertahan. Jantungnya berdegup kencang. Ia mendongak, menatap Arumi dengan tatapan tak percaya bercampur dengan gairah yang mendadak tersulut hebat."Arumi, ini ... dari mana kamu mendapatkan benda seperti ini?" tanya Garendra, suaranya naik satu oktav, terdengar tertahan di tenggorokan.Arumi berlutut di hadapan Garendra, menumpukan kedua tangannya di atas paha sang suami, menatap lelaki itu dengan binar mata penuh kepatuhan. "Saya membelinya siang tadi, khusus untuk kamu, Mas. Saya tahu kamu menyukai fantasi ini, kan? Malam ini, saya ingin menjadi milikmu sepenuhnya. Lakukan apa pun yang kamu mau. Buat saya bertekuk lutut."Garendra menelan ludah dengan susah payah. Sentuhan tangan Arumi di pahanya terasa membakar. "Kamu tahu apa
Baca selengkapnya