"Tersenyumlah sedikit lebih tulus, Arumi," bisik Garendra di telinganya saat mereka menyalami tuan rumah. "Orang-orang akan mengira kamu tidak bahagia hidup dengan saya jika wajahmu sekaku itu."Lampu kristal yang menggantung di langit-langit aula hotel bintang lima itu memantulkan cahaya yang menyilaukan, persis seperti senyum Arumi malam ini: berkilau, tapi dingin dan tidak menembus hingga ke mata. Wanita itu berdiri di samping Garendra, dibalut gaun satin berwarna midnight blue yang memeluk tubuhnya dengan sempurna. Di lehernya, kalung berlian pemberian Widya melingkar berat, seolah menjadi rantai tak kasat mata yang mengingatkannya akan harga sebuah martabat."Saya sedang tersenyum, Mas. Apakah kurang lebar?" Arumi menyahut tanpa menoleh, suaranya datar. Garendra hanya bisa mengatupkan rahang. Ia merasa seperti sedang menggenggam segenggam pasir; semakin erat ia memegang, semakin cepat Arumi luruh dari sela-sela jarinya. Namun, ketegangan itu mendadak menguap, digantikan oleh ha
Last Updated : 2026-04-24 Read more