Garendra benar-benar melesatkan langkahnya menjauh dari pelataran rumah Rara, berjalan menuju mobil mewah yang sudah menunggu dengan mesin menderu pelan. Sebelum masuk ke dalam kabin yang dingin, Garendra sempat menoleh sekali lagi ke arah jendela lantai dua. Ia tahu Arumi ada di sana, mungkin sedang bersembunyi di balik tirai, menyaksikan kepergiannya dengan hati yang kian hancur.Di dalam mobil, asistennya mencoba memberikan laporan tentang Bianca, namun Garendra mengangkat tangan, menghentikan suara apa pun. Ia menyandarkan kepala, memejamkan mata yang terasa panas.Setibanya di kediaman besar keluarga Garendra, suasana tampak mencekam. Di kamar utama, Widya terbaring lemah dengan selang infus menancap di tangannya. Garendra melangkah masuk, namun ia tidak berlari memeluk ibunya. Ia berdiri di ujung tempat tidur, menatap wanita yang telah mengatur hidupnya dengan tangan besi itu.Widya membuka matanya perlahan. "Garendra ... akhirnha kamu pulang, Sayang ...."Garendra tidak terseny
Last Updated : 2026-04-29 Read more