“Saya tertarik dengan CV Anda, Nona.”Suara bariton itu memecah keheningan unit apartemen Arumi yang begitu luas. Di balik layar monitor, seorang pria dengan setelan jas formal tampak duduk berwibawa di balik meja kerja besar yang maskulin. Melalui sambungan virtual tersebut, Arumi menyunggingkan senyum tipis. Ia menjaga ekspresinya tetap tenang, meski di dalam hati ada secercah harapan yang membuncah.“Pengalaman Anda di bidang manajemen krisis sangat mengesankan, Nona Arumi. Jarang saya menemukan kandidat dengan ketenangan seperti ini,” lanjut pria itu sembari membenarkan posisi duduknya.Di sudut meja pria itu, sebuah papan nama kristal berkilau tertimpa lampu ruangan, mempertegas ukiran nama: Anthony Dirgantara.Arumi mengangguk sopan, tatapannya lurus ke arah kamera. “Terima kasih, Pak Anthony. Saya percaya bahwa tantangan terbesar justru merupakan peluang terbaik untuk membuktikan kompetensi. Krisis bukan untuk dihindari, tapi dikelola.”Anthony terkekeh pelan. Tawa itu terdeng
Last Updated : 2026-05-03 Read more