Archduke Lenzoris, sang pemeran pria utama. Pria itu berjalan mendekat dengan wajah yang tidak berubah sedikit pun sejak pertemuan tadi. Dingin, datar, dan seperti seseorang yang menjalani hidup bukan karena pilihan, melainkan perintah.Sorot matanya melintas pada Belliza tanpa minat. Tidak sinis, tidak pula tertarik. Hanya sebuah pandangan kosong dari seseorang yang pikirannya jelas berada di tempat lain.Begitu berhenti di hadapannya, Lenzoris menundukkan kepala tipis. Sebentuk sopan santun yang terasa lebih seperti formalitas daripada penghormatan."Grand Duchess," ucapnya. Suaranya tenang, tapi dingin seperti batu sungai.Belliza membalas anggun. "Yang Mulia,"Lenzoris menatapnya beberapa detik. Tatapan itu lebih mirip penilaian fungsi, bukan penilaian pribadi."Keputusan Kaisar hari ini," ujarnya, "kelihatannya cukup mengejutkanmu."Belliza menahan diri agar tidak mengangkat alis. "Aku rasa... itu kata yang tepat.""Aku ingin kau tahu," lanjut Lenzoris tanpa berubah ekspresi, "b
Last Updated : 2026-04-25 Read more