Home / Urban / Adik Tiriku Selalu Minta Jatah / 6. Biasa Dipakai Rame-Rame

Share

6. Biasa Dipakai Rame-Rame

last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-01 23:59:29
6

Dani membeku sesaat melihat Rara mulai membuka tali pakaian tidurnya. Pakaian tidur yang tipis itu pun terbuka perlahan. Kainnya yang licin itu terlepas dari bahu mulus Rara, lalu jatuh begitu saja di lantai.

Kini tubuh indah Rara hanya berbalut sepasang underwear berwarna hitam, memperlihatkan dadanya yang lumayan besar meskipun tubuhnya langsing.

“Rara, apa … apa yang kamu lakukan?" Suara Dani terbata-bata.

Pemuda itu membelalak, tubuhnya mematung di tempat. Matanya pun nyaris tak berkedip
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Adik Tiriku Selalu Minta Jatah    7. Digerayangi

    7"Hah? Dipakai rame-rame? Apa maksudnya?"Mata Dani membelalak. Kakinya yang semula sudah menginjak pedal gas kembali mengerem mendadak. Tatapannya tertuju lurus kepada pria berambut cepak yang masih mencengkeram pergelangan tangan Rara."Dasar bajingan!"Plak!Belum sempat Aldo tertawa lagi, Rara lebih dulu meludah tepat ke wajahnya."Cuh!"Ludah itu mengenai pipi Aldo."Jaga mulutmu!" bentak Rara dengan mata memerah.Suasana di depan gerbang kampus langsung ricuh. Mahasiswa yang berlalu-lalang spontan berhenti. Beberapa bahkan mengeluarkan ponsel untuk merekam.Aldo mengusap wajahnya perlahan. Bukannya marah, ia justru tersenyum sinis."Berani juga kamu.""Aku bilang jangan ganggu aku lagi!"Rara berusaha melepaskan tangannya, tetapi Aldo kembali menghadang langkahnya.Saat itulah pintu mobil terbuka.Brak!Dani turun dengan wajah dingin. Langkahnya mantap menghampiri mereka hingga berdiri tepat di depan Aldo."Apa maksud ucapanmu tadi?" tanyanya datar.Aldo melirik Dani dari ujung

  • Adik Tiriku Selalu Minta Jatah    6. Biasa Dipakai Rame-Rame

    6Dani membeku sesaat melihat Rara mulai membuka tali pakaian tidurnya. Pakaian tidur yang tipis itu pun terbuka perlahan. Kainnya yang licin itu terlepas dari bahu mulus Rara, lalu jatuh begitu saja di lantai. Kini tubuh indah Rara hanya berbalut sepasang underwear berwarna hitam, memperlihatkan dadanya yang lumayan besar meskipun tubuhnya langsing.“Rara, apa … apa yang kamu lakukan?" Suara Dani terbata-bata.Pemuda itu membelalak, tubuhnya mematung di tempat. Matanya pun nyaris tak berkedip melihat adik tirinya yang kini sudah setengah telanjang di hadapannya."Memangnya kenapa sih? Apa Kak Dani nggak mau puasin aku? Kak Dani nggak tergoda sama tubuh aku ya?” Tiba-tiba tangan Rara melepaskan pengait bra yang ada di bagian depan.Begitu benda berbentuk kacamata itu terbuka, ia lemparkan bra nya begitu saja ke lantai. Dengan langkah gemulai dan menggoda, ia berjalan meliuk-liuk menghampiri Dani yang kini sudah panas dingin.“Jangan malu-malu, Kak Dani. Aku tau kalau Kak Dani juga men

  • Adik Tiriku Selalu Minta Jatah    5. Sikap Aneh Ibu Tiriku

    Bab 5“Aahh! Ahh!”Suara desahan itu terdengar semakin jelas dari dalam sana. Dani menahan napas saat ia memberanikan diri mengintip lewat celah pintu kamar Rara.Namun sebelum Dani sempat melihat lebih jauh, tiba-tiba saja ….“Uhuk! Uhukkk!”Suara batuk keras dari kamar ayahnya membuat Dani berjingkat kaget. Suara desahan di kamar Rara itu pun juga langsung berhenti seketika.Kening Dani mengernyit heran. Ia menoleh cepat ke arah kamar Surya, asal suara batuk-batuk tadi.“Ayah?”Tanpa pikir panjang, pemuda itu langsung berjalan cepat menuju kamar ayahnya dan membuka pintu.Di dalam kamar, terlihat Surya tengah terbatuk-batuk sambil memegangi dadanya. Wajah pria tua itu tampak pucat dan lemas.“Ayah!” Dani buru-buru menghampiri.“A … air,” ujar Surya lirih sambil menunjuk meja kecil di samping ranjang.Dengan cepat, Dani segera menuangkan air minum lalu membantu ayahnya duduk perlahan.“Pelan-pelan, Yah,” kata Dani. Ada rasa khawatir melihat kondisi ayahnya seperti itu.Surya meminum

  • Adik Tiriku Selalu Minta Jatah    4. Desahan Itu Lagi

    Bab 4“Rosa, hentikan!”Dani langsung menahan tangan adik tirinya itu sebelum handuk yang melilit tubuhnya benar-benar terlepas.Napasnya memburu, seirama dengan jantungnya yang berdetak kacau saat tubuh Rosa masih menempel erat di dadanya.“Kenapa sih, Kak? Kakak benci sama aku ya?” rengek Rosa manja sambil semakin memeluk tubuh pria itu.“Bukan begitu!” Dani buru-buru melepaskan pelukan gadis itu dengan sedikit kasar. Ia bahkan menghempaskan tangan Rosa, sampai gadis itu meringis.“Akh! Tangan Rosa sakit tau, Kak,” rintihnya seraya memegangi tangan yang terasa panas.“Biar saja. Habisnya kamu ini aneh banget tau nggak sih?” sentak Dani kesal.“Aneh gimana sih, Kak? Aku kan cuma ….”“Bodo amat!" Dani langsung membuka pintu kamar dan keluar dengan langkah cepat."Kak Dani!” panggil Rosa lagi, tetapi Dani sudah tak menyahut.Pemuda itu memilih untuk cepat-cepat pergi dari sana. Wajahnya sudah panas, dan pikirannya jadi kacau balau gara-gara ulah adik tirinya.“Gila! Keluarga ini benar-

  • Adik Tiriku Selalu Minta Jatah    3. Godaan dari Adik Tiriku

    Bab 3Dani menelan ludah pelan sambil terus menatap ke arah lantai atas. Tangannya meletakkan gelas ke meja secara perlahan. Ia ragu jika tadi ia hanya salah dengar, tapi ternyata telinganya tetap menangkap suara aneh dari kamar Surya.Suara desahan itu masih terdengar samar di tengah sunyinya rumah mewah tersebut. Bahkan sesekali terdengar semakin keras.“Ohh! Ahhh!”“Aku memang tidak salah dengar. Tapi ….” Kening Dani semakin mengernyit dalam. Ia benar-benar bingung.“Ayah lagi sakit keras kan? Masa iya masih bisa begituan?” gumamnya heran.Rasa penasarannya semakin besar, hingga perlahan mengalahkan rasa canggung. Ia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, sebab ia merasa ada yang janggal.Dengan langkah hati-hati, Dani mulai berjalan mendekati tangga. Suara itu memang terdengar berasal dari arah kamar ayahnya.Ia memutuskan untuk mengecek lebih dekat. Namun baru beberapa anak tangga yang ia naiki, tiba-tiba sebuah suara membuatnya terkejut.“Kak Dani?”Dani spontan menoleh cepat.

  • Adik Tiriku Selalu Minta Jatah    2. Suara Desahan Siapa?

    Bab 2Dani membelalak saat gadis di depannya benar-benar menarik tali lingerie itu perlahan. Kain tipis tersebut melorot sedikit demi sedikit dari bahunya, membuat Dani refleks memalingkan wajah.“Heh! Jangan aneh-aneh kalian ya!” bentak Dani gugup.Namun kedua gadis itu malah terkikik geli melihat reaksinya.“Kak Dani galak banget sih,” ujar gadis yang memakai lingerie transparan itu sambil mendekat lagi.Perlahan ia kenalan lingerie nya lagi, dan ia ikat kembali tali tipis tersebut. Tangannya terulur ke arah Dani.“Kenalin dong, Kak. Nama aku Rara, dan ini kakak aku Rosa.” Ia mengedipkan mata genit sambil menggigit bibir bawahnya dengan sensual.Dani hanya melirik tangan gadis itu sekilas. Kulitnya memang putih mulus, jemarinya lentik, dan kukunya juga panjang terawat.Namun, Dani tak berminat untuk kenalan sama sekali. Bagaimana pun juga, kedua gadis itu dan ibu nya lah yang sudah menyebabkan ibu Dani meninggal.“Siapa juga yang mau kenalan," desis Dani sinis, lalu membuang muka be

  • Adik Tiriku Selalu Minta Jatah    1. Puasin Aku Dong

    Bab 1“Kak, puasin aku dong!”Seorang gadis bertubuh tinggi semampai berdiri dengan pose sensual di hadapan Dani. Jemari lentiknya perlahan melepaskan tali lingerie yang ia kenakan.Pakaian tidur tipis itu terbuka perlahan. Kainnya yang licin pun terlepas dari bahu, lalu jatuh begitu saja di lantai

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status