"Salam hormat, Komandan!"Teriak serempak para prajurit yang berbaris rapi di lapangan, memberi hormat dengan memukul keras dada sebanyak tiga kali lalu menunduk."Longgarkan barisan!" perintah Benjamin, memperhatikan dengan teliti setiap sudut pergerakan tubuh prajurit yang bergeser posisi."Istirahat—" Benjamin menjeda perintahnya, meletakkan para prajurit dalam detik-detik yang rancu,"—bebas!"Vivienne yang mengamati di sisi Benjamin, seketika mendengar suara tajam dari hentakan kaki prajurit, disusul hela napas dan suara dari sendi leher yang diputar.Dari sudut matanya, dia melihat Benjamin yang diam—kepala tegak melihat ke depan dengan tangan bersindekap di belakang tubuh."Mulai hari ini, wanita yang berada di samping saya ini," Benjamin menunjuknya sopan, "akan menjadi instruktur kalian, menggantikan Tuan Samuel yang dipindahtugaskan ke barisan depan."Vivienne menggeser pandangannya pada wajah-wajah baru, berpikir akan mendapatkan sambutan baik, namun tatapan meragukan justru
Last Updated : 2026-05-05 Read more