Semesta kelam menaburkan awan putih pada setiap tanah bentala, menemani langkah Sebastien dan Vivienne di jalan setapak yang hanya tersentuh seulas cahaya bulan.'Segila itukah aku di matamu?" tanya Sebastien, membuka pembicaraan setelah menit-menit berlalu dalam keheningan tidak menyenangkan di antara keduanya."Menurutmu saja," timpal Vivienne, segan.Tidak lagi membalas, Sebastien melepas jubah lusuh yang dia gunakan untuk menyelimuti wanitanya yang menahan dingin."Jangan ditolak, syal saja tidak akan cukup untuk menghangatkanmu," kata Sebastien saat wanitanya melemparkan tatapan sinis.Vivienne memutar tatapan, malas. "Apa kau akan terus mengikutiku seperti ini?""Aku akan menemanimu sampai ke rumah temanmu, setelah itu aku akan pulang," jawab Sebastien ringan.Itu benar, meski tidak ingin, pada akhirnya Vivienne menceritakan kemana dia akan bermalam."Lalu, apa mereka tidak mencarimu? Kau kan tidak boleh berkeliaran sendirian untuk alasan apa pun," tanyanya.Sejak Sebastien meng
Last Updated : 2026-05-15 Read more