“Oma, Papa mana? Kai mau ketemu Papa sekarang.”“Tuh, kan, Zel. Kamu lihat sendiri. Aku benar-benar nggak tega sama Kaisar,” ucap seruni sedih. “Tahu nggak, Zel? Tadi Kaisar nggak mau tidur siang karena ingin ketemu Ariyan. Katanya rindu Papa. Aku neneknya, Zel, dadaku rasanya sesak.”Zelena terdiam, turut menatap iba pada cucu semata wayangnya. Ia menurunkan Kaisar dari pangkuannya, lalu menggandeng tangan anak itu dengan penuh kasih sayang. “Ayo ikut Oma. Kita ketemu Papa di belakang. Tadi Oma lihat Papa lagi berenang.”"Ayo, Oma. Kai mau berenang sama Papa," ujar Kaisar riang.Zelena tersenyum tipis, menuntun langkah kecil cucunya menuju belakang rumah. Di belakang mereka, Seruni melangkah lambat. Matanya menatap sendu pada punggung cucunya. Ada harapan yang begitu besar di hati Seruni, berharap pertemuan siang ini bisa memicu ingatan Ariyan dan membawa kebaikan untuk masa depan anak dan cucunya.Suara kecipakan air dan riak kolam langsung menyambut kedatangan mereka. Di dalam kola
Read more