Sinar matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah gorden kamar Kaisar. Bersamaan dengan itu, aroma sabun anak-anak yang wangi tercium samar dari tubuh Kaisar yang baru selesai mandi. Meskipun itu adalah kamarnya, tetapi setiap hari Kaisar tidur dengan ibunya.Seruni duduk di tepi tempat tidur, dengan telaten mengancingkan baju seragam sekolah cucunya satu demi satu. Diusapnya dengan lembut kepala Kaisar seraya menata rambutnya dengan sisir kecil. Kendati sudah berulang kali Zivanya mengatakan bahwa Kaisar bisa berpakaian sendiri, dan jangan dimanja, tetapi Seruni ngotot memasangkannya."Cucu Omi ganteng banget pagi ini," puji Seruni seraya tersenyum manis.Kaisar menyengir memperlihatkan deretan giginya yang putih dan rapi. "Ganteng kayak Papa ya, Omi?”Seruni tentu senang mendengarnya. “Pintarnya cucu Omi. Kai, kan, anak Papa, jadi Kai juga ganteng kayak Papa. Tapi Omi belum tahu nih, Kai itu sebenarnya sayang nggak sih sama Papa?”Kaisar mengangguk tanpa ragu. "Iya, Omi.
Read more