Langit di luar tampak gelap. Kilatan petir sesekali menyambar di kejauhan, menerangi cakrawala dengan cahaya putih kebiruan yang menyilaukan, disusul suara guntur yang menggelegar keras, membuat kaca-kaca jendela rumah bergetar hebat. Angin bertiup kencang, menggoyahkan dahan-dahan pohon di halaman dan menerbangkan dedaunan kering, membawa aroma tanah basah yang kuat sebagai pertanda bahwa hujan deras akan segera tumpah membasahi bumi.Di dalam rumah, Zivanya sudah siap. Ia mengenakan kemeja berwarna biru navy yang pas di tubuhnya, dipadukan dengan celana hitam dan high heels berwarna senada. Rambutnya diikat ekor kuda dengan rapi, dan pulasan makeup tipis menghiasi wajahnya. Meskipun cuaca di luar sangat tidak bersahabat, Zivanya bersiap untuk pergi. Sesuai janji dengan Ariyan semalam, pagi ini mereka akan bertemu.“Mau ke mana kamu?” tanya Seruni yang baru saja masuk ke rumah setelah mengantar Kaisar ke sekolah. Seruni menatap Zivanya dengan tatapan menyelidik.Zivanya memandang Ser
Read more