"Minumnya saat masih panas, pasti enak," senyum Wenny.Zhue melirik, wanita subur itu tampak menunjukkan gelagat aneh dan sangat gelisah.Mata Wenny terus berotasi, mengawasi setiap sudut ruang dapur seolah takut ada orang lain selain Zhue di dekatnya.Lalu, tatapan Zhue beralih pada cangkir yang kini dipegang.Entah mengapa, perasaan tidak enak mendadak menyelinap hatinya. Firasat buruk itu sangat kuat hingga ia mendadak mengurungkan niat untuk meminum segelas cokelat hangat buatan Wenny tersebut."Kenapa, Zhue? Kenapa tidak diminum? Kamu tidak suka minuman panas ya? Mau aku ambilkan es?" tanya pelayan bertubuh subur itu spontan saat melihat Zhue menunda meneguk minuman buatannya.Zhue menggeleng. "Aku lupa, aku sebenarnya alergi cokelat," dustanya, menyunggingkan senyum canggung. "Oh iya, aku harus mencari Bibi Ziang dan Kak Freya sekarang. Aku pergi dulu ya, Wen."Zhue langsung memutar tubuh, melangkah cepat meninggalkan dapur, membawa bayi Dante yang mulai rewel di pelukannya.
Read more