Partager

253. Insting Zhue

Auteur: Dita SY
last update Date de publication: 2026-09-09 17:47:06

"Cari Freya dan Bibi Ziang! Aku yakin mereka masih ada di sekitar mansion. Susuri semua ruangan!" titah Diego tegas, dengan tatapan nyalang.

"Baik Tuan!"

Setelah sebagian anak buahnya pergi, Diego kembali memberi perintah pada kelompok lain yang dipimpin Ray.

​"Posisikan setiap pengawal di titik-titik vital! Sisir seluruh sudut mansion ini, termasuk area luar, ruang bawah tanah, hingga batas hutan! Jangan ada satu inci pun tempat yang terlewat!" titah Diego dengan suara menggelegar, membuat sel
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (2)
goodnovel comment avatar
Kania Evie
nunggu lma cm 2 bab az....mnimal 5 bab ath. viarxpt kelar
goodnovel comment avatar
JUANITA 88
semoga ferya tdk knpa2
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   255. Dia Pengkhianat itu

    "Maaf Tuan Diego, kami sudah menyusuri seluruh mansion ini dan area ruang bawah tanah utama, tapi kami belum juga menemukan keberadaan Nyonya Freya dan Bibi Ziang," lapor salah satu pengawal senior dengan nada tegang.​Diego terdiam membeku sesaat, matanya menggelap tajam. "Bagaimana dengan lorong ruang bawah tanah yang terisolasi? Cepat pergi dan periksa ke sana sekarang juga!"​Mendengar perintah itu, para anak buah Diego saling menatap satu sama lain dengan raut wajah cemas, lalu serentak menundukkan kepala. Nyali mereka seketika menciut​Bukan karena desas-desus horor mengenai bekas kegunaan ruangan tua itu, melainkan kenyataan mematikan jika area tersebut terkontaminasi gas berbahaya dari spesies jamur beracun yang tumbuh subur di dinding dan lantainya yang lembap.Terakhir kali ada staf yang memasuki lorong itu tanpa pelindung, orang tersebut ditemukan tewas mengenaskan karena keracunan parah dan kehabisan oksigen.​"CEPAT PERIKSA!" bentak Diego murka, suaranya menggelegar mengh

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   254. Dia Sudah Tiada

    Di dalam sel terisolasi bercahaya remang yang lembab dan bau apek, Freya meluruskan tubuh Bibi Ziang yang kian mendingin ke atas lantai."Bibi, siapa yang melakukan ini padamu? Siapa Bi? Katakan! Tolong sadarlah!"Dengan jemari yang gemetar dan derai air mata yang tak henti mengalir, Freya berusaha memberikan pertolongan pertama.Ia menekan dada wanita tua itu berulang kali, mencoba memberikan napas buatan, dan menyapu darah segar yang terus merembes keluar dari sudut bibirnya.Namun, usaha itu terasa sia-sia. Racun mematikan yang disuntikkan Wenny telah merusak organ dalam dan menjalar cepat menguasai seluruh aliran darah Bibi Ziang."Bibi .... " Freya terus memanggil, berharap mendapatkan sebuah keajaiban.​Namun, napas wanita tua itu makin patah-patah, matanya semakin meredup menatap Freya dengan sisa kasih sayang terakhir."Bi, tolong

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   253. Insting Zhue

    "Cari Freya dan Bibi Ziang! Aku yakin mereka masih ada di sekitar mansion. Susuri semua ruangan!" titah Diego tegas, dengan tatapan nyalang."Baik Tuan!"Setelah sebagian anak buahnya pergi, Diego kembali memberi perintah pada kelompok lain yang dipimpin Ray.​"Posisikan setiap pengawal di titik-titik vital! Sisir seluruh sudut mansion ini, termasuk area luar, ruang bawah tanah, hingga batas hutan! Jangan ada satu inci pun tempat yang terlewat!" titah Diego dengan suara menggelegar, membuat seluruh bawahan menunduk hormat dan segera menyebar.Setelah memberi perintah, ​Diego memanggil dan menginterogasi satu per satu penghuni mansion yang lain, mulai dari staf dapur, pengawal senior, hingga para pekerja kebersihan.Di antara barisan orang-orang yang diperiksa, Wenny berdiri berdampingan dengan pelayan lain.Ia berusaha keras mengatur deru napas dan ekspresi wajah agar tetap tenang, menutupi panik luar biasa yang nyaris meloloskan luapan ketakutannya dari sorot mata elang Diego.Wenny

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   252. Bibi Sadarlah!

    "Minumnya saat masih panas, pasti enak," senyum Wenny.Zhue melirik, wanita subur itu tampak menunjukkan gelagat aneh dan sangat gelisah.Mata Wenny terus berotasi, mengawasi setiap sudut ruang dapur seolah takut ada orang lain selain Zhue di dekatnya.​Lalu, tatapan Zhue beralih pada cangkir yang kini dipegang.Entah mengapa, perasaan tidak enak mendadak menyelinap hatinya. Firasat buruk itu sangat kuat hingga ia mendadak mengurungkan niat untuk meminum segelas cokelat hangat buatan Wenny tersebut.​"Kenapa, Zhue? Kenapa tidak diminum? Kamu tidak suka minuman panas ya? Mau aku ambilkan es?" tanya pelayan bertubuh subur itu spontan saat melihat Zhue menunda meneguk minuman buatannya.Zhue menggeleng. ​"Aku lupa, aku sebenarnya alergi cokelat," dustanya, menyunggingkan senyum canggung. "Oh iya, aku harus mencari Bibi Ziang dan Kak Freya sekarang. Aku pergi dulu ya, Wen."​Zhue langsung memutar tubuh, melangkah cepat meninggalkan dapur, membawa bayi Dante yang mulai rewel di pelukannya.

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   251. Tanpa Rasa Kasihan

    "Apa yang kalian lakukan di dalam ruangan itu?" Suara Bibi Ziang melengking, memecah keheningan koridor. Ia melangkah maju mendekati pelayan bertubuh subur yang sudah siap dengan senjatanya.​Mata Bibi Ziang melotot tajam, wajah tuanya memerah menahan amarah yang membuncah.Entah mengapa, sejak insiden penangkapan Bernard kemarin, instingnya yang tajam menangkap ada kejanggalan besar dari tingkah laku kedua orang di hadapannya ini.​Terlebih lagi Ray. Pengawal itu makin sering mengawasi pergerakan di dalam mansion, bahkan sudah beberapa kali tertangkap basah mengintai di sekitar kamar utama.Awalnya, Bibi Ziang hanya mengira kalau Ray sedang menjalankan perintah Diego untuk memperketat keamanan. Namun sekarang, asumsi itu musnah, berganti menjadi kecurigaan.​"Jawab pertanyaan saya!" tegas Bibi Ziang, kini berdiri tegak persis di depan pelayan berbadan subur itu.​Bukannya takut, pelayan itu hanya membisu sambil menyunggingkan senyum miring yang mengerikan.​"Kenapa kamu diam sa ...."

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   250. Menyingkirkan Pelayan Tua

    Pagi harinya, tak ada yang berbeda, Freya masih bersemangat menyiapkan sarapan untuk sang suami. Sementara Diego tengah menjaga bayinya yang baru saja dimandikan dan selesai dijemur Bibi Ziang.Saat tengah fokus memasak, tiba-tiba saja pikiran Freya tertuju pada Bernad yang ditahan di ruang bawah tanah."Apa yang membuat pria itu nekad melakukan pengkhianatan? Atau sebenarnya Paman hanya salah paham? Tidak mungkin Pak Bernad melakukan itu tanpa alasan, dan apa mungkin anaknya belum ditemukan? Lalu dimana anaknya sekarang?"Freya bermonolog sendiri. Sebagai seorang Ibu dan orang tua baru, ia merasa tidak tega setiap kali mengingat anak Pak Bernad diculik. Ia tahu bagaimana perasaan orang tuanya sekarang, pasti hancur.Menelan ludah, Freya mengedarkan pandangan ke seluruh ruang dapur. Pagi ini Zhue dan pelayan lain sedang membersihkan kamar Dante, sementara Bibi Ziang ada di kamar utama bersama Diego dan bayinya.Dalam keheningan di dapur, tiba-tiba saja pikiran liar melintas di benak

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   6. Paman yang Mengerikan

    "Tuan Diego sudah menunggu Anda, Nona." Kalimat itu bagai sambaran petir yang mengejutkan Freya. Entah sudah berapa lama ia berdiri mematung, menatap sosok pria yang berdiri di dekat kolam renang.Freya menelan ludah, mengangguk pelan lalu mengangkat kaki yang terasa seberat besi baja menuju tempat

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   5. Haruskah?

    Freya terhenyak kaget, langkahnya tertahan di depan pintu klinik saat melihat sebuah mobil mewah sudah terparkir manis di tengah parkiran.Dua orang pria bertubuh tegap dengan setelan formal tampak berdiri tegak, lalu dengan gerakan serempak melangkah menghampiri Dokter Cantik itu.​"Nona, kami dat

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   4. Awal Dari Kehancuran

    Dengan langkah gontai yang tak lagi mampu menahan bobot tubuh, Dani ke luar dari ruang kerja Diego.Saat ia mendongak menatap ke depan, sekilas ia menangkap bayangan seorang wanita yang sangat ia kenal sedang melangkah masuk ke dalam lift.​"Nadia?" gumamnya tak percaya.​Mencurigai ada sesuatu yan

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   3. Menerima

    "Waktumu sudah habis, kamu harus memberi jawaban sekarang!"​Freya tersentak, kedua alisnya terangkat saat mendengar desakan Diego. Ini adalah pilihan paling sulit dalam hidupnya.Apakah ia benar-benar harus merelakan dirinya menjadi boneka Diego demi sebuah pembalasan dendam?​Namun, Freya sadar s

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status