"Apa yang dikeluhkan Jegar malam ini, Tuan?"Diego langsung menoleh saat mendengar suara lembut penuh perhatian milik Laura.Dokter cantik itu sudah berada di dalam kamar inap VIP, entah sejak kapan ia memutar gagang pintu dan melangkah masuk tanpa menimbulkan suara."Jegar lebih banyak tidur dari biasanya," kata Diego singkat, melangkah mundur, memberi ruang untuk Laura memeriksa kondisi anak angkatnya."Biar saya periksa kembali kondisi fisik Jegar," tutur Laura, merapatkan tubuh ke sisi ranjang.Tangannya mulai memeriksa selang infus, lalu dengan cekatan merogoh sebuah suntikan dan memasukkan cairan bening ke dalam kateter infus Jegar.Kening Diego berkerut bingung menyaksikan tindakan itu. "Cairan apa itu, Dokter?"Laura tersenyuman ramah. "Ini obat penenang khusus untuk meringankan potensi rasa sakitnya, Tuan. Jika tidak disuntikkan secara berkala, kondisi tubuh Jegar bisa mendadak drop dan kritis dalam hitungan menit."Diego makin mengerutkan kening. "Tapi aku rasa dia tid
Read more